Tugas 2 statistika :
BAB.2
CARA PENYAJIAN DATA
·
Penyajian data merupakan salah
satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitan yang telah dilakukan agar
dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang
disajikan harus sederhana dan jelas agar muda dibaca.
A. Macam – Macam Penyajian
Data dalam Bentuk Tabel
Pada dasarnya banyak
cara untuk menyajikan data sehingga ia dapat dipahami dan digunakan secara
tepat oleh pengolah data. Namun untuk menghasilkan gambaran data yang
komunikatif, harus diingat untuk menyajikan sesuai kebutuhan. Dalam
hal ini, penyajian data dalam bentuk tabel bertujuan untuk memberikan informasi
dan gambaran mengenai jumlah secara terperinci sehingga memudahkan pengolah
data dalam menganalisis data tersebut. Macam – macam penyajian data dalam
bentuk tabel antara lain:
1. Tabel Baris Kolom
Tabel yang lebih tepat
disebut tabel baris kolom ini adalah tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel
kontingensi dan distribusi frekuensi yaitu tabel yang terdiri dari baris dan
kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari
beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi
beberapa kelompok.
Contoh, tabel daftar ip
seorang mahasiswa pendidikan matematika
|
No
|
Semester
|
IP
|
|
1
|
I
|
3,12
|
|
2
|
II
|
3,00
|
|
3
|
III
|
3,39
|
|
4
|
IV
|
3,37
|
|
5
|
V
|
2,9
|
|
6
|
VI
|
3,3
|
|
7
|
VII
|
3,4
|
Tabel 1. Baris
kolom
2. Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan
bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus,
yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel,
faktor yang satu terdiri atas b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori,
dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k
menyatakan kolom.
Contoh Banyak Murid
Sekolah Di Daerah Inderalaya Menurut Tingkat Sekolah Dan Jenis Kelamin Tahun
2006
|
JENIS
KELAMIN
|
TINGKAT SEKOLAH
|
JUMLAH
|
||
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
||
|
Laki – laki
|
4756
|
2795
|
1459
|
9012
|
|
Perempuan
|
4032
|
2116
|
1256
|
7404
|
|
Jumlah
|
8790
|
4911
|
2715
|
16416
|
Tabel 2. Tabel
kontingensi
3. Tabel Silang
Data hasil penelitian yang
berupa perhitungan frekuensi pemunculan data juga dapat disajikan ke dalam
bentuk tabel silang. Tabel silang dapat hanya terdiri dari satu variable tetapi
dapat juga terdiri dari dua variable. Tergantung pertanyaan atau keadaan yang
ingin dideskripsikan. Dengan demikian, pemilihan penyajian data ke dalam tabel
silang satu atau dua variable akan tergantung dari data yang diperoleh.(
(Burhan Nurgiyantoro, 2004:42)
Tabel silang satu variable
digunakan untuk menggambarkan data dengan menampillkan satu karakteristiknya
saja. Misal jumlah keseluruhan. Sementara tabel silang dua variable digunakan
untuk menggambarkan data dengan menampilkan dua karakteristiknya. Misalnya
jumlah keseluruhan dan jumlah per gender.
Contoh:
Dalam suatu penelitian
angket pada 34 siswa kelas XI.A tentang mata pelajaran MIPA yang disukai,
diperoleh hasil data sebagai berikut:
|
No.
|
Mata
Pelajaran
|
Jumlah
|
|
1
|
Matematika
|
11
|
|
2
|
Kimia
|
10
|
|
3
|
Fisika
|
7
|
|
4
|
Biologi
|
6
|
Tabel 2.1 Penyajian Data
dalam bentuk tabel silang satu variable
|
No.
|
Mata
Pelajaran
|
Siswa Yang
Menyukai
|
Jumlah
|
|
|
Siswa Laki - Laki
|
Siswa Perempuan
|
|||
|
1
|
Matematika
|
8
|
3
|
11
|
|
2
|
Kimia
|
4
|
6
|
10
|
|
3
|
Fisika
|
5
|
2
|
7
|
|
4
|
Biologi
|
2
|
4
|
6
|
Tabel 2.2 Penyajian Data
dalam bentuk tabel silang dua variable
B. Macam – macam Penyajian
Data dalam Bentuk Grafik
Selain dapat disajikan ke
dalam bentuk tabel sebagaimana dikemukakan di atas, data-data angka juga dapat
disajikan ke dalam bentuk grafik, atau lengkapnya grafik frekuensi. Pembuatan
grafikfrekuensi pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari pembuatan tabel
distribusi frekuensi karena pembuatan grafik itu haruslah didasarkan pada tabel
distribusi frekuensi. Dengan kata lain, pembuatan tabel distribusi frekuensi
harus tetap dilakukan baik kita bermaksud maupun tidak bermaksud membuat grafik
frekuensi. Penyajian data angka ke dalam grafik biasanya dipandang lebih
menarik karena data-data itu tersaji dalam bentuk visual. Gambar grafik
frekuensi yang banyak dipergunakan dalam metode statistik adalah histogram,
polygon, kurve dan garis. (Burhan Nurgiyantoro, 2004:43-44)
1. Grafik Histogram / Batang
Histogram merupakan grafik
dari distribusi frekuensi suatu variable. Tampilan histogram berupa petak-petak
empat persegi panjang. Sebagai sumbu horizontal boleh memakai tepi-tepi kelas,
batas-batas kelas atau nilai variabel yang diobservasi, sedang sumbu vertical
menunjukkan frekuensi. Untuk distribusi bergolong atau berkelompok yang menjadi
absis adalah nilai tengah dari masing-masing kelas. (Drs. Ating Somantri,
2006:113)
2. Grafik Poligon
Poligon merupakan grafik
distribusi dari distribusi frekuensi bergolong suatu variable. Tampilan polygon
berupa garis-garis patah yang diperoleh dengan cara menghubungkan puncak dari
masing-masing nilai tengah kelas. Jadi absisnya adalah nilai tengah dari
masing-masing kelas. (Drs. Ating Somantri, 2006:114)
3. Grafik Kurve
Kurve merupakan perataan
atau penghalusan dari garis-garis polygon. Gambar polygon sering tidak rata
karena adanya perbedaan frekuensi data skor dan data skor itu sendiri
mencerminkan fluktuasi sampel. Pembuatan kurve dilakukan dengan meratakan garis
gambar polygon yang tidak rata dan terlihat tidak beraturan sehingga menjadi
rata. (Burhan Nurgiyantoro, 2004:49)
4. Grafik Garis
Grafik garis dibuat
biasanya untuk menunjukkan perkembangan suatu keadaan. Perkembangan tersebut
bias naik bias turun. Hal ini akan Nampak secara visual melalui garis dalam
grafik. Dalam grafik terdapat garis vertical yang menunjukkan jumlah dan yang
mendatar menunjukkan variable tertentu yang ditunjukkan pada gambar dibawah,
yang perlu diperhatikan dalam membuat grafik adalah ketepatan membuat skala
pada garis vertical yang akan mencerminkan keadaan jumlah hasil observasi. (Dr.
Sugiyono, 2002:34)
Contoh : Perkembangan nilai
ujian matematika Adit semester 1 tahun ajaran 2012/2013 sebagai berikut:
|
Ujian
Semester ke
|
Nilai
|
|
1
|
80
|
|
2
|
95
|
|
3
|
60
|
|
4
|
100
|
|
5
|
85
|
C. Diagram Lingkaran
Cara lain untuk menyajikan
data hasil penelitian adalah dengan diagram lingkaran. Diagram lingkaran
digunakan untuk membandingkan data dari berbagai kelompok. (Dr. Sugiyono,
2002:37)
Contoh :
Dari hasil penelitian mengenai pelajaran matematika dengan sampel 50 siswa di
smp negeri 24 prabumulih diperoleh data sebagai berikut:
|
No
|
Penilaian
|
Jumlah
|
|
1
|
Sangat Suka
|
12
|
|
2
|
Suka
|
13
|
|
3
|
Tidak Suka
|
19
|
|
4
|
Sangat Tidak Suka
|
6
|
Penyajian data tersebut
dalam diagram lingkaran adalah sebgai berikut:
1. Cari persentase
masing-masing data tersebut.
a. Sangat Suka =
b. Suka =
c. Tidak Suka =
d. Sangat Tidak Suka =
2. Cari Luas sudut yang
dibutuhkan untuk setiap data.
a. Sangat Suka =
b. Suka =
c. Tidak Suka =
d. Sangat Tidak Suka =
3. Selanjutnya luas-luas
kelompok data tersebut digambarkan ke dalam bentuk lingkaran.